Cara Menghitung Pajak UMKM Yang Disetor Sendiri

Mulai masa pajak Juli 2018 ini, Wajib Pajak UMKM sudah dapat menerapkan tarif pajak yang baru yaitu 0,5% (sebelumnya 1%) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018. Apa yang menjadi dasar pengenaan pajak UMKM? Dan bagaimana cara menghitung pajak yang disetor sendiri oleh Wajib Pajak UMKM? Untuk penjelasannya, yuk simak infografis berikut!

sumber :

www.ortax.org

Jenis Penghasilan yang Bukan Objek Pajak UMKM 0,5%

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018 disebutkan bahwa Wajib Pajak orang pribadi dan badan yang memiliki peredaran bruto tertentu, dikenai Pajak Penghasilan yang bersifat final dalam jangka waktu tertentu dengan tarif 0,5% (nol koma lima persen). Namun ternyata tidak semua penghasilan termasuk dalam objek pajak UMKM 0,5%. Apa saja penghasilan yang bukan merupakan objek pajak UMKM 0,5% yang dimaksud tersebut? Yuk simak infografis berikut!

sumber :  www.ortax.org

Catat! Berikut 153 WP yang Wajib e-Bupot PPh 23/26, Mulai Masa Pajak Juli 2018

Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) telah menetapkan 153 Wajib Pajak (WP) sebagai pemotong PPh Pasal 23/26 yang diharuskan membuat bukti pemotongan dan diwajibkan menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 sesuai Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-04/PJ/2017 (Aplikasi e-Bupot PPh Pasal 23/26). Adapun kewajiban tersebut mulai Masa Pajak Juli 2018 . Daftar 153 Wajib Pajak yang dimaksud tertuang dalam lampiran Keputusan Dirjen Pajak Nmor KEP – 178/PJ/2018 , dengan rincian sebagai berikut:
NO NPWP NAMA WAJIB PAJAK
1  02.079.744.5-007.000 PT CIRCLEKA INDONESIA UTAMA
2 01.604.156.8-007.000 PT EKA BOGAINTI
3 01.548.048.6-007.000 PT FASTRATA BUANA
4 01.337.929.2-007.000 PT JOENOES IKAMULYA
5 01.370.039.8-007.000 PT MONDE MAHKOTA BISKUIT
6 01.973.886.3-007.000 PT MORA TELEMATIKA INDONESIA
7 01.604.506.4-007.000 PT SINARMAS DISTRIBUSI NUSANTARA
8 01.369.318.9-007.000 PT TOTAL CHEMINDO LOKA
9 01.317.114.5-007.000 PT WAHYU ABADI
10 01.680.413.0-038.000 PT CITRAUSAHA LAMINDO
11 01.539.601.3-038.000 PT DIPA PHARMALAB INTERSAINS
12 01.319.278.6-038.000 PT MUSTIKA CITRA RASA
13 02.249.006.4-038.000 PT PRIMA KOMPONEN INDONESIA
14 01.370.747.6-038.000 PT SADIKUN NIAGAMAS RAYA
15 02.248.857.1-038.000 PT SINEMART INDONESIA
16 01.539.710.2-038.000 PT TIKI JALUR NUGRAHA EKAKURIR
17 01.333.792.8-038.000 PT TORABIKA EKA SEMESTA
18 01.300.822.2-038.000 PT ULTRA PRIMA ABADI
19 01.327.712.4-038.000 PT WARNA MARDHIKA
20 02.004.627.2-046.000 PT CIPTA PRIMA AUTO RAYA
21 01.742.655.2-046.000 PT ESAJAYA SERASI
22 02.238.523.1-046.000 PT FOCUS DISTRIBUSI NUSANTARA
23 01.781.372.6-046.000 PT LION SUPER INDO
24 01.300.326.4-046.000 PT PUNINAR JAYA
25 02.270.034.8-046.000 PT REKSO NASIONAL FOOD
26 01.000.050.3-051.000 PT ELNUSA Tbk.
27 01.061.157.2-051.000 PT PERTAMINA PATRA NIAGA
28 01.000.501.5-051.000 PT PERTAMINA TRANS KONTINENTAL
29 01.000.051.1-051.000 PT PERUSAHAAN GAS NEGARA Tbk
30 01.001.630.1-051.000 PT PUPUK INDONESIA (PERSERO)
31 01.001.631.9-051.000 PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK
32 01.000.527.0-052.000 PT AVENTIS PHARMA
33 01.001.716.8-052.000 PT JOHNSON & JOHNSON INDONESIA
34 01.061.915.3-052.000 PT LION WINGS
35 01.303.297.4-052.000 PT PABRIK CAT DAN TINTA PACIFIC
36 01.069.593.0-052.000 PT PETROJAYA BORAL PLASTERBOARD
37 01.000.095.8-052.000 PT PFIZER INDONESIA
38 01.000.737.5-052.000 PT PHAROS INDONESIA
39 01.070.714.9-052.000 PT RECKITT BENCKISER INDONESIA
40 01.071.452.5-052.000 PT ROHTO LABORATORIES INDONESIA
41 01.863.714.0-053.000 BUT APL CO. PTE LTD.
42 01.955.213.2-054.000 PT ADI SARANA ARMADA TBK
43 01.371.491.0-054.000 PT AKASHA WIRA INTERNATIONAL TBK.
44 01.345.243.8-054.000 PT ASTRA OTOPARTS TBK.
45 01.001.680.6-054.000 PT INDO-RAMA SYNTHETICS TBK
46  02.492.463.1-054.000 PT INTI BANGUN SEJAHTERA TBK.
47 01.321.936.5-054.000 PT MITRA PINASTHIKA MUSTIKA Tbk
48 01.061.928.6-054.000 PT NOMURA SEKURITAS INDONESIA
49 01.002.261.4-054.000 PT SUMMARECON AGUNG TBK.
50 01.328.025.0-054.000 PT TIGARAKSA SATRIA TBK
51 01.060.616.8-055.000 PT AKEBONO BRAKE ASTRA INDONESIA
52 01.309.842.1-055.000 PT CITAS OTIS ELEVATOR
53 01.061.511.0-055.000 PT FMC SANTANA PETROLEUM EQUIPMENT INDONESIA
54 01.061.930.2-055.000 PT GRUNDFOS POMPA
55 01.071.819.5-055.000 PT HONDA POWER PRODUCTS INDONESIA
56 01.869.682.3-055.000 PT JAKARTA CENTRAL ASIA STEEL
57 01.759.251.0-055.000 PT KOMPONEN FUTABA NUSAPERSADA
58 01.060.118.5-055.000 PT STEEL CENTER INDONESIA
59 01.374.698.7-056.000 PT CASTROL INDONESIA
60 02.414.438.8-056.000 PT KOMATSU MARKETING AND SUPPORT INDONESIA
61 02.414.346.3-056.000 PT MULTI BINTANG INDONESIA NIAGA
62 02.414.295.2-056.000 PT NEXWAVE
63 21.120.445.8-056.000 PT TECH DATA ADVANCED SOLUTIONS INDONESIA
64 02.115.978.5-056.000 PT TOTAL OIL INDONESIA
65 01.553.257.5-056.000 PT TUPPERWARE INDONESIA
66 01.069.105.3-056.000 PT YAMAHA MUSIK INDONESIA (DISTRIBUTOR)
67 01.070.641.4-057.000 PT ABC PRESIDENT INDONESIA
68 01.071.943.3-057.000 PT AMERTA INDAH OTSUKA
69 01.002.071.7-057.000 PT CARGILL INDONESIA
70 01.000.626.0-057.000 PT COCA COLA INDONESIA
71 02.192.912.0-057.000 PT INDOKUAT SUKSES MAKMUR
72 01.069.526.0-057.000 PT KAHOINDAH CITRAGARMENT
73 01.071.402.0-057.000 PT MARS SYMBIOSCIENCE INDONESIA
74 01.069.235.8-057.000 PT SINAR MEADOW INTERNATIONALINDONESIA
75  01.068.001.5-057.000  PT SIOEN INDONESIA
76 01.061.974.0-057.000 PT YAKULT INDONESIA PERSADA
77 01.824.562.1-058.000 PT AETRA AIR JAKARTA
78 01.070.808.9-058.000 PT ARTISAN WAHYU
79 01.590.891.6-058.000 PT DFDS TRANSPORT INDONESIA
80 01.070.806.3-058.000 PT G4S CASH SERVICES
81 01.936.420.7-058.000 PT INDONESIA AIRASIA
82 01.869.868.8-058.000 PT JONES LANG LASALLE
83 01.000.127.9-058.000 PT SANKYU INDONESIA INTERNATIONAL
84 01.356.884.5-058.000 PT SCHENKER PETROLOG UTAMA
85 02.058.926.3-058.000 PT YCH INDONESIA
86 01.374.739.9-059.000 PT EPIROC SOUTHERN ASIA
87 02.115.759.9-059.000 PT HONDA TRADING INDONESIA
88 02.115.894.4-059.000 PT KISCO INDONESIA
89 02.091.486.7-059.000 PT MAKMUR SEJAHTERA WISESA
90 01.610.717.9-059.000 PT MANGGALA GELORA PERKASA
91 01.738.695.4-059.000 PT PACIFIC PLACE JAKARTA
92 01.069.321.6-059.000 PT SENAYAN TRIKARYA SEMPANA
93 02.005.548.9-059.000 PT UNZA VITALIS
94  01.002.158.2-059.000 PT WISMA NUSANTARA INTERNATIONAL
95 01.807.981.4-062.000 KOPERASI TELKOMSEL
96 01.000.798.7-062.000 PT BARCLAY PRODUCT
97 01.363.552.9-062.000 PT CITRA LINTAS INDONESIA
98 02.479.391.1-062.000 PT FINNET INDONESIA
99 01.760.534.6-062.000 PT HERBALIFE INDONESIA
100 01.764.589.6-062.000 PT MITRA INTEGRASI INFORMATIKA
101 01.397.117.1-062.000 PT ORINDO ALAM AYU
102 01.301.808.0-062.000 PT TEMPO
103 01.543.119.0-062.000 PT TEMPO PROMOSI
104 01.326.264.7-073.000 PT CSM CORPORATAMA
105 02.107.565.0-073.000 PT CURSOR MEDIA
106 01.304.010.0-073.000 PT DATASCRIP
107 01.314.337.5-073.000 PT DENTSU INTER ADMARK MEDIA GROUP INDONESIA
108 01.842.764.1-073.000 PT DUTA VISUAL NUSANTARA TIVI TUJUH
109 01.352.974.8-073.000 PT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA
110 01.001.917.2-073.000 PT INTERBAT
111 02.354.633.6-073.000 PT TELETAMA ARTHA MANDIRI
112 01.361.882.2-073.000 PT UNITED CHEMICALS INTER ANEKA
113 02.414.553.4-081.000 PT AIR DRILLING
114 01.374.289.5-081.000 PT APEXINDO PRATAMA DUTA TBK.
115 01.869.726.8-081.000 PT BAKER HUGHES INDONESIA
116 01.061.608.4-081.000 PT DOWELL ANADRILL SCHLUMBERGER
117 01.824.214.9-081.000 PT EXSPAN PETROGAS INTRANUSA
118 01.002.095.6-081.000 PT MEDCO ENERGI INTERNASIONAL TBK
119 02.399.244.9-091.000 PT ADARO ENERGY TBK.
120 02.433.110.0-091.000 PT BAYAN RESOURCES TBK.
121 01.730.027.8-091.000 PT BHARINTO EKATAMA
122 02.527.236.0-091.000 PT DNX INDONESIA
123  01.332.590.7-091.000 PT INDO TAMBANGRAYA MEGAH TBK.
124 01.348.637.8-091.000 PT INDOMINCO MANDIRI
125 01.440.252.3-091.000 PT JORONG BARUTAMA GRESTON
126 01.000.278.0-091.000 PT KALTIM PRIMA COAL
127 01.060.213.4-091.000 PT KITADIN
128 01.359.151.6-091.000 PT MANDIRI INTIPERKASA
129 01.460.372.4-091.000 PT MARUNDA GRAHA MINERAL
130 01.909.611.4-091.000 PT SAPTAINDRA SEJATI
131 01.543.059.8-091.000 PT TRUBAINDO COAL MINING
132 01.062.049.0-092.000 PT CHANDRA ASRI PETROCHEMICAL TBK
133 01.071.351.9-092.000 PT ERICSSON INDONESIA
134 01.967.397.9-092.000 PT HUTCHISON 3 INDONESIA
135 01.062.119.1-092.000 PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA TBK
136 01.569.079.5-092.000 PT JAKARTA CAKRATUNGGAL STEEL MILLS
137 01.001.855.4-092.000 PT PINDO DELI PULP AND PAPERMILLS
138 01.792.185.9-092.000 PT SMART TELECOM
139 01.365.322.5-093.000 LEMBAGA KANTOR BERITA NASIONAL ANTARA
140 01.061.076.4-093.000 PERUM PERIKANAN INDONESIA
141 01.001.600.4-093.000 PT ASURANSI JIWASRAYA
142 01.001.675.6-093.000 PT JASA MARGA
143 01.832.258.6-093.000 PT MULTIMEDIA NUSANTARA
144 01.001.668.1-093.000 PT PEGADAIAN (PERSERO)
145 01.001.613.7-093.000 PT PEMBANGUNAN PERUMAHAN (PERSERO) TBK
146 01.061.178.8-093.000 PT PERMODALAN NASIONAL MADANI (PERSERO)
147 01.071.237.0-093.000 PT PINS INDONESIA
148 01.001.620.2-093.000 PT POS INDONESIA (PERSERO)
149 01.061.311.5-093.000 PT WIJAYA KARYA BANGUNAN GEDUNG Tbk
150 01.061.154.9-093.000 PT WIJAYA KARYA BETON TBK.
151 01.309.883.5-093.000 PT BANK SYARIAH MANDIRI
152 01.760.365.5-062.000 PT CIPTA MORTAR UTAMA
153 01.608.941.9-027.000 PT BHINNEKA MENTARIDIMENSI

Subjek Pajak UMKM 0,5%

Pemerintah telah menurunkan tarif pajak UMKM (sebelumnya 1%) menjadi 0,5% melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018 yang berlaku mulai 1 juli 2018. Berbeda dengan ketentuan sebelumnya, PP Nomor 23 Tahun 2018 mengatur mengenai pihak-pihak dan jangka waktu tertentu pengenaan pajak UMKM 0,5%. Yuk simak infografis berikut untuk penjelasannya :
sumber :  www.ortax.org

Wajib Pajak yang Tidak Dikenai Pajak UMKM 0,5%

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018 disebutkan bahwa Wajib Pajak orang pribadi dan badan yang memiliki peredaran bruto tertentu, dikenai Pajak Penghasilan yang bersifat final dalam jangka waktu tertentu dengan tarif 0,5% (nol koma lima persen). Namun ada beberapa Wajib Pajak yang tidak dikenai pajak UMKM 0,5% berdasarkan Peraturan Pemerintah tersebut. Siapa saja Wajib Pajak yang dimaksud tersebut? Yuk simak infografis berikut! :

sumber :  www.ortax.org

Durasi Fasilitas Tax Holiday Yang Bisa Dinikmati Wajib Pajak Badan Industri Pionir

Berdasarkan Pasal 2 Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 35/PMK.010/2018 disebutkan bahwa Wajib Pajak badan yang melakukan penanaman modal baru pada industri pionir mendapatkan fasilitas pengurangan pajak penghasilan badan sebesar 100% dari pajak penghasilan badan yang terutang. Kemudian, Wajib pajak badan mendapatkan jangka waktu dari fasilitas pengurangan tersebut sesuai dengan penanaman modal yang diberikan. Setelah jangka waktu pemberian pengurangan Pajak Penghasilan badan berakhir, Wajib Pajak diberikan pengurangan Pajak Penghasilan badan sebesar 50% (lima puluh persen) dari Pajak Penghasilan badan terutang selama 2 (dua) tahun pajak berikutnya.

sumber :  www.ortax.org

Kriteria Wajib Pajak Badan Yang Bisa Menikmati Fasilitas Tax Holiday

Berdasarkan Pasal 3 ayat (1) Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 35/PMK.010/2018 disebutkan bahwa Wajib Pajak badan yang melakukan penanaman modal baru pada industri pionir akan mendapatkan fasilitas pengurangan Pajak Penghasilan badan sebesar 100% dari Pajak Penghasilan badan. Kemudian, dalam ketentuan tersebut diatur bahwa wajib pajak badan yang bisa mendapatkan fasilitas pengurangan Pajak Penghasilan badan harus memenuhi kriteria sebagaimana diatur dalam ketentuan tersebut.
Sumber :  www.ortax.org

Lapor Penempatan Harta Tambahan Amnesti Pajak Bisa Dilakukan Secara Online

Wajib Pajak yang telah mengikuti program Amnesti Pajak memiliki kewajiban penyampaian laporan penempatan harta tambahan. Adapun saat ini, Wajib Pajak memiliki saluran lain, selain melakukan penyampaian secara langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dan penyampaian melalui pos atau kurir tercatat. Saluran lain yang dimaksud yaitu pelaporanan penempatan harta tambahan secara elektronik melalui e-Reporting pada laman https://djponline.pajak.go.id. Untuk dapat mengakses e-Reporting , pastikan Wajib Pajak telah memiliki EFIN.

Sumber : https://www.ortax.org/ortax/?mod=info&page=list&list=1

PPh Final UKM 0,5 Persen Berlaku 1 Juli 2018, Ini Ketentuannya

Konsultan Pajak di Bali

Bisnis.com, JAKARTA – Tarif Pajak Penghasilan goufconsulting.com (PPh) final 0,5% bagi usaha skala UKM (usaha kecil menengah) resmi diberlakukan mulai 1 Juli 2018 berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 tahun 2018, yang diluncurkan secara resmi hari ini Jumat (22/6/2018).  goufconsulting.com

Dengan adanya PP ini, maka wajib pajak akan mendapatkan keringan
goufconsulting.com untuk hanya membayar PPh 0,5%. Bagaimana ketentuan PPh final 0,5%. Simak ringkasannya berikut ini.

Wajib pajaknya adalah
goufconsulting.com badan yang berbentuk koperasi, persekutuan komanditer,firma, atau perseroan terbatas yang menerima atau memperoleh penghasilan dari usaha dengan peredaran bruto tidak melebihi Rp4,8 miliar dalam satu tahun pajak. 
goufconsulting.com

Yang dimaksud dengan peredaran bruto adalah imbalan atau nilai pengganti berupa uang atau nilai uang yang diterima atau diperoleh dari usaha, sebelum dikurangai potongan penjualan, potongan tunai, dan potongan sejenis. 
goufconsulting.com

Kelonggaran PPh final sebesar 0,5% tersebut hanya bersifat sementara antara 3–7 Tahun, yaitu:

– Bagi wajib pajak orang pribadi, tarif PPh final UKM 0,5% ini berlaku paling lama 7 tahun pajak 
goufconsulting.com

  • Bagi
    goufconsulting.com  wajib pajak badan berbentuk koperasi, persekutuan komanditer, atau firma fasilitas itu diberikan paling lama 4 tahun

– Bagi waji pajak berbentuk perseoran terbatas fasilitas tersebut diberikan paling lama 3 tahun pajak. 
goufconsulting.com

Wajib pajak yang mengalami kerugian berhak tidak menyetorkan PPh final 0,5% dengan syarat memberitahukan kondisi keuangan tersebut kepada Direktorat Jenderal Pajak. 
goufconsulting.com

Sumber : finansial.bisnis.com

Konsultan Pajak Bali

Ditjen Bea Cukai dan Pajak Kerja Bareng Buat Mudahkan Layanan

Liputan6.com, Jakarta – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) bersinergi dengan konsultan pajak bali Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam meningkatkan kemudahan layanan terhadap masyarakat. Sinergi tersebut dalam rangka reformasi perpajakan.

Dirjen Bea dan konsultan pajak bali Cukai Heru Pambudi mengatakan, ada tiga bentuk sinergi yaitu Program Joint Endorsement, Program Joint Assistance antara konsultan pajak bali DJP-DJBC, serta Program Implementasi Free Trade Zone (FTZ) di Kawasan Bebas Batam, Bintan, Karimun, dan Sabang.

“Program Joint Endorsement antara konsultan pajak bali DJP dan DJBC diimplementasikan melalui penguatan pengawasan atas konsultan pajak bali layanan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam,” kata Heru di Gedung Kementerian Keuangan, Rabu (4/4/2018).

Melalui program ini, pengurusan layanan dokumen Pemberitahuan Pabean FTZ-03 (PPFTZ-03) dan konsultan pajak bali Faktur Pajak 07 dapat dilakukan melalui satu proses input untuk dua layanan tersebut.

Jika sebelumnya untuk memproses kedua dokumen tersebut membutuhkan waktu yang relatif lama, dimana pengguna jasa harus melakukan proses secara manual dengan mendatangi Kantor konsultan pajak bali Pelayanan Bea Cukai dan Kantor Pelayanan Pajak untuk mendapatkan endorsement.

“Saat ini, pengurusan kedua dokumen hanya membutuhkan konsultan pajak bali satu proses yang terintegrasi. Dengan adanya program ini, proses layanan konsultan pajak bali endorsement dilakukan secara elektronik, dengan menerapkan manajemen risiko, memperhatikan profil risiko wajib pajak, serta pemeriksaan bersama dengan dukungan risk engine,” ujarnya.

Melalui layanan ini, pengguna jasa mendapatkan berbagai manfaat di antaranya proses layanan konsultan pajak bali mudah, cepat, dan sederhana, selain itu juga proses restitusi pajak menjadi lebih cepat.

Sementara itu, sinergi dalam bentuk konsultan pajak bali Joint Assistance diimplementasikan dalam bentuk pemberian bimbingan atas konsultasi mengenai pemanfaatan fasilitas fiskal di bidang perpajakan, kepabeanan dan cukai.

Heru mengatakan selain pemberian bimbingan, juga dilakukan monitoring terhadap konsultan pajak bali perusahaan penerima fasilitas kepabeanan dan perpajakan guna menjaga kepatuhan di bidang perpajakan.

“Kegiatan asistensi ini dilakukan oleh konsultan pajak bali agen fasilitas pada DJBC dan account representatives (AR) pada DJP,” ujarnya.

Salah satu bentuk implementasi Joint Assistance adalah dengan diluncurkannya fitur konsultan pajak bali Go-Fas(t) di laman resmi www.beacukai.go.id/gofast yang memudahkan pengguna jasa untuk mengetahui fasilitas kepabeanan sesuai dengan kebutuhan.

“Kenapa asistensi bersama? Pada saat nanya pajak bisa kita jelaskan juga karena petugas yang jelaskan itu nanti harus berkomunikasi dengan konsultan pajak bali AR di DJP.”

Heru menjelaskan, nantinya jika ada investor asing, misalnya yang berasal Amerika Serikat (AS) ingin berinvestasi di Indonesia tidak perlu lagi mengeluarkan biaya mahal untuk datang langsung untuk mencari tahu sebab semua pertanyaan dan informasi lainnya sudah bisa diakses di laman konsultan pajak bali tersebut.

“Dari website Bea Cukai masuk ke aplikasi Go-Fast, misalnya konsultan pajak bali nama, perusahaan, telepon, dan e-mail.” tutup dia.

Sumber:

Liputan6.com

Ekonomi Bisnis

Konsultan Pajak Bali

GOUF CONSULTING