Coretax Lemot Disorot: Purbaya Singgung Anak Buah “Nakal”, Muncul Pertanyaan Tata Kelola DJP
Masalah coretax lemot kembali memicu perhatian publik setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyinggung adanya “anak buah nakal” dalam pembahasan gangguan sistem Coretax milik Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Pernyataan ini tidak hanya menyoroti aspek teknis, tetapi juga membuka ruang kritik terhadap tata kelola internal di balik pengembangan sistem perpajakan tersebut.
Coretax sendiri merupakan sistem inti administrasi perpajakan digital yang dirancang untuk mengintegrasikan layanan pajak, mulai dari pelaporan SPT hingga pengelolaan data wajib pajak. Namun dalam praktiknya, sistem ini justru beberapa kali mendapat keluhan karena lambat, tidak stabil, dan sulit diakses oleh pengguna.
Coretax Lemot dan Masalah yang Berulang
Keluhan terkait coretax lemot bukan hal baru. Sejak mulai digunakan, sistem ini beberapa kali dilaporkan mengalami gangguan seperti login yang gagal, loading yang lama, hingga error saat proses pelaporan pajak. Kondisi ini berdampak langsung pada wajib pajak yang bergantung pada sistem digital tersebut untuk memenuhi kewajiban administrasi mereka.
Masalah yang berulang ini kemudian menimbulkan pertanyaan publik mengenai kesiapan infrastruktur dan kualitas implementasi sistem Coretax yang digadang-gadang sebagai tulang punggung digitalisasi perpajakan.
Pernyataan Purbaya dan Sorotan Internal
Dalam pernyataannya, Purbaya Yudhi Sadewa menyebut adanya faktor internal yang dikaitkan dengan gangguan pada sistem Coretax. Pernyataan ini menjadi sorotan karena tidak hanya menyentuh aspek teknis, tetapi juga mengarah pada indikasi adanya masalah dalam proses internal pengelolaan sistem.
Meski tidak dijelaskan secara rinci pihak mana yang dimaksud, pernyataan tersebut memperkuat persepsi bahwa masalah Coretax tidak hanya berhenti pada isu teknologi, tetapi juga menyentuh aspek tata kelola dan pengawasan proyek.
Pertanyaan Publik soal Tata Kelola Coretax
Munculnya istilah “anak buah nakal” dalam konteks coretax lemot membuat publik mulai mempertanyakan lebih jauh bagaimana proses perencanaan, pengawasan, dan implementasi sistem ini dilakukan. Sebagai sistem berskala nasional yang menyangkut administrasi perpajakan jutaan wajib pajak. Coretax seharusnya memiliki standar stabilitas dan kontrol yang ketat sejak awal implementasi.
Namun gangguan yang terus berulang menimbulkan kesan bahwa ada masalah yang lebih dalam daripada sekadar error teknis biasa.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan saat ini masih melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap sistem Coretax. Fokus utamanya adalah meningkatkan stabilitas sistem, memperbaiki performa, dan memastikan layanan dapat berjalan lebih konsisten bagi wajib pajak.
Di sisi lain, sorotan terhadap coretax yang lemot juga mendorong evaluasi lebih luas terhadap proses pengelolaan proyek digital di lingkungan DJP.
Baca juga : Coretax 2026: Tantangan Lapor SPT & Solusi Pendampingan Wajib Pajak



