Menjelang akhir tahun, perusahaan perlu mulai merencanakan kebutuhan keuangan untuk periode berikutnya. Salah satu langkah penting adalah penyusunan anggaran tahunan yang menghubungkan target bisnis dengan kebutuhan biaya, investasi, dan sumber daya operasional perusahaan.
Anggaran yang disusun tanpa mempertimbangkan kondisi aktual dapat membuat target sulit dicapai. Sebaliknya, anggaran yang disusun terlalu konservatif dapat membatasi peluang pertumbuhan bisnis.
Karena itu, penyusunan anggaran tahunan perusahaan untuk 2027 sebaiknya tidak hanya mengandalkan angka tahun sebelumnya. Perusahaan perlu mempertimbangkan kinerja aktual, kondisi pasar, rencana ekspansi, kapasitas operasional, dan kemampuan pendanaan.
Apa Fungsi Anggaran Tahunan bagi Perusahaan?
Anggaran tahunan merupakan rencana keuangan yang membantu perusahaan menetapkan target dan mengalokasikan sumber daya selama satu periode.Anggaran dapat digunakan untuk:
- Menetapkan target pendapatan dan pengeluaran.
- Menentukan prioritas kegiatan operasional.
- Merencanakan kebutuhan karyawan dan aset.
- Mengantisipasi kebutuhan pendanaan.
- Menjadi acuan untuk memantau realisasi.
- Mendukung koordinasi antarbagian.
Hal ini bukan sekadar batas pengeluaran. Dokumen ini juga menjadi alat untuk menerjemahkan rencana bisnis ke dalam kebutuhan keuangan yang dapat dipantau.
1. Evaluasi Kinerja dan Asumsi Tahun Berjalan
Sebelum melakukan penyusunan anggaran tahunan 2027, perusahaan perlu mengevaluasi kinerja periode sebelumnya.
Tinjau pendapatan, biaya utama, kapasitas operasional, kebutuhan modal kerja, dan pencapaian target. Jika data tahun berjalan belum lengkap, gunakan realisasi yang tersedia serta proyeksi akhir tahun dengan asumsi yang dinyatakan secara jelas.
Pertanyaan yang dapat digunakan antara lain:
- Apakah target pendapatan tercapai?
- Faktor apa yang paling memengaruhi biaya?
- Kegiatan mana yang memberikan hasil sesuai harapan?
- Apakah perusahaan mengalami kendala kapasitas atau sumber daya?
- Apakah terdapat pengeluaran besar yang tidak berulang?
Pemisahan antara biaya rutin dan biaya yang bersifat tidak berulang membantu perusahaan menghindari asumsi yang kurang tepat saat menyusun anggaran baru.
2. Tetapkan Target Bisnis yang Terukur
Anggaran sebaiknya dimulai dari target bisnis, bukan hanya dari daftar pengeluaran. Misalnya, perusahaan ingin membuka cabang baru, meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, atau memperkuat layanan kepada pelanggan.
Setiap target perlu diterjemahkan menjadi kebutuhan operasional dan keuangan. Target pertumbuhan pendapatan, misalnya, harus mempertimbangkan kapasitas produksi, biaya pemasaran, kebutuhan karyawan, serta modal kerja. Target yang jelas membantu setiap departemen memahami alasan di balik alokasi anggaran yang diterima.
3. Susun Proyeksi Pendapatan
Proyeksi pendapatan dapat disusun berdasarkan data historis, kontrak yang telah diperoleh, rencana penjualan, kapasitas layanan, dan asumsi pasar yang relevan. Hindari menaikkan target pendapatan hanya berdasarkan persentase pertumbuhan yang diinginkan tanpa mempertimbangkan kemampuan perusahaan untuk mencapainya.
Perusahaan juga dapat membuat beberapa skenario:
- Skenario dasar: berdasarkan asumsi yang paling masuk akal menurut informasi yang tersedia.
- Skenario optimistis: apabila sejumlah peluang bisnis berhasil direalisasikan.
- Skenario konservatif: apabila penjualan atau kondisi pasar lebih lemah daripada perkiraan.
Skenario tersebut membantu manajemen memahami dampak perubahan pendapatan terhadap biaya, kebutuhan kas, dan rencana investasi.
4. Hitung Kebutuhan Biaya Operasional
Setelah menetapkan target, perusahaan perlu mengidentifikasi biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan bisnis. Biaya dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori, seperti:
- Gaji dan tunjangan karyawan.
- Sewa kantor atau tempat usaha.
- Utilitas dan kebutuhan operasional.
- Pemasaran dan penjualan.
- Teknologi dan perangkat lunak.
- Pemeliharaan aset.
- Jasa profesional dan biaya administrasi.
Setiap bagian perlu memberikan dasar perhitungan yang dapat dijelaskan. Biaya tahun sebelumnya dapat menjadi referensi, tetapi tidak selalu tepat dijadikan patokan tanpa evaluasi.
Perusahaan juga perlu membedakan biaya yang bersifat tetap, biaya yang berubah mengikuti volume kegiatan, dan pengeluaran yang hanya terjadi pada kondisi tertentu.
5. Rencanakan Investasi dan Kebutuhan Aset
Jika perusahaan berencana membeli peralatan, memperluas lokasi, atau melakukan investasi lain pada 2027, kebutuhan tersebut perlu direncanakan secara terpisah dari biaya operasional rutin. Penilaian investasi dapat mempertimbangkan tujuan penggunaan, biaya awal, biaya pemeliharaan, manfaat yang diharapkan, serta dampaknya terhadap arus kas.
Setiap rencana investasi perlu mengikuti proses persetujuan yang berlaku. Anggaran yang telah disetujui juga tidak selalu berarti investasi harus langsung dilakukan apabila kondisi bisnis berubah secara material.
6. Proyeksikan Arus Kas
Anggaran pendapatan dan pengeluaran tidak selalu sama dengan pergerakan kas aktual. Perusahaan dapat mencatat penjualan, tetapi penerimaan uang baru terjadi beberapa waktu kemudian. Sebaliknya, pembayaran pemasok mungkin harus dilakukan sebelum pelanggan melunasi tagihannya.
Karena itu, perusahaan perlu menyusun proyeksi arus kas berdasarkan perkiraan waktu penerimaan dan pembayaran. Proyeksi ini membantu manajemen menilai apakah perusahaan memiliki likuiditas yang cukup untuk membiayai operasional, memenuhi kewajiban, dan melaksanakan rencana investasi.
7. Libatkan Departemen Terkait
Penyusunan anggaran akan lebih realistis jika melibatkan bagian yang memahami kebutuhan operasional secara langsung. Departemen penjualan dapat memberikan masukan tentang target pendapatan. Tim operasional dapat menjelaskan kebutuhan sumber daya, sedangkan tim finance dan accounting membantu menguji konsistensi perhitungan serta implikasi keuangan.
Manajemen kemudian dapat meninjau prioritas, menyelesaikan perbedaan usulan, dan memberikan persetujuan sesuai kebijakan perusahaan.
8. Tetapkan Mekanisme Pemantauan Anggaran
Anggaran yang sudah disetujui perlu dipantau secara berkala. Perusahaan dapat menentukan jadwal pelaporan bulanan atau kuartalan untuk membandingkan anggaran dengan realisasi. Perbedaan yang signifikan perlu dijelaskan dan ditindaklanjuti.
Pemantauan tidak berarti setiap perubahan harus langsung diikuti pemotongan biaya. Manajemen perlu memahami penyebab selisih dan menentukan apakah diperlukan tindakan operasional, perubahan asumsi, atau revisi anggaran melalui prosedur yang berlaku.
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Penyusunan Anggaran
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari meliputi:
- Menggunakan angka tahun sebelumnya tanpa mengevaluasi perubahan bisnis.
- Menetapkan target pendapatan tanpa dasar yang jelas.
- Tidak memperhitungkan waktu penerimaan dan pembayaran.
- Mengabaikan biaya pemeliharaan dan kebutuhan operasional yang tidak rutin.
- Menyusun anggaran tanpa masukan departemen terkait.
- Tidak menentukan pihak yang bertanggung jawab memantau realisasi.
Anggaran yang baik tidak harus rumit. Yang lebih penting adalah asumsi yang dapat dijelaskan, alokasi yang realistis, dan proses pemantauan yang konsisten.
Persiapan Anggaran 2027 Bersama Gouf Consulting
Penyusunan anggaran membutuhkan informasi keuangan yang memadai dan pemahaman terhadap rencana bisnis perusahaan.
Gouf Consulting menyediakan layanan accounting dan dukungan konsultasi bisnis sesuai ruang lingkup yang disepakati. Perusahaan dapat mendiskusikan kebutuhan pengolahan informasi keuangan, penyusunan laporan pendukung, serta kebutuhan analisis untuk membantu perencanaan operasional.
Jika perusahaan sedang menyiapkan anggaran 2027, langkah awal yang dapat dilakukan adalah mengidentifikasi target, data yang tersedia, dan kebutuhan informasi yang belum terpenuhi.
Mulai persiapan anggaran 2027 dengan perencanaan yang lebih terstruktur.
Hubungi Gouf Consulting melalui website resmi atau kontak ke WhatsApp kami untuk mendiskusikan kebutuhan accounting dan konsultasi bisnis perusahaan Anda.



