Perpanjangan Diskon Pajak Mobil Tahun 2022

Terkait dengan beberapa Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2022 yang disetujui oleh Presiden Joko Widodo dengan anggaran sebesar Rp. 451 Triliun. Salah satunya perpanjangan diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor tahun ini. Pemberian diskon tahun ini berbeda dengan tahun lalu.

Pada pajak barang mewah ini nantinya akan mendapatkan persentase yang berbeda perkuartalnya meski diperpanjang hingga akhir 2022. Didalam konferensi pers virtual evaluasi PPKM, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan.

“Pemberian fasilitas tarif PPnBM yang ditanggung pemerintah telah disetujui oleh Bapak Presiden. Ini khusus untuk sektor otomotif”.

Perpanjangan diskon pajak mobil tahun 2022 yang seharga Rp. 200 juta kebawah atau dalam kategori low cost green car (LCGC), akan diberikan diskon PPnBM secara bertahap. PPnBM yang berlaku untuk LCGC saat ini adalah sebesar 3%. Nantinya pada kuartal I, pemerintah akan memberikan insentif full atau menanggung biaya PPnBM sebesar 3% tadi.

Kemudian di kuartal II 2022 sebesar 2% dari tarif PPnBM akan ditanggung pemerintah, dan pembeli hanya menanggung 1% saja. Pada kuartal III tahun 2022, pemerintah akan menanggung sebesar 1% dan di kuartal IV bayar penuh yaitu sesuai dengan tarifnya yaitu 3%.

Sementara itu, perpanjangan diskon pajak mobil tahun 2022 diberikan untuk harga mobil antara Rp. 200 juta – Rp. 250 juta yang saat ini dikenakan tarif PPnBM sebesar 15% akan diberikan potongan 50%. Jadi pajak yang harus ditanggung pembeli hanya 7,5% dan 7,5% lainnya ditanggung pemerintah. Untuk kategori ini, insentif hanya diberikan di kuartal I tahun 2022 kemudian akan kembali membayar full sebesar 15% mulai kuartal II.

Baca juga Yuk : Pandemi Masih Berlanjut, Perpanjangan Insentif Kesehatan Hingga 30 Juni 2022

total harta tax amnesty jilid ii

Total Harta Tax Amnesty Jilid II Mencapai Rp. 2,7 Triliun

Total harta tax amnesty jilid II atau Program Pengungkapan Sukarela yang telah diungkap para wajib pajak dalam kian bertambah setiap hari. Program Pengungkapan Sukarela (PPS) sudah berlangsung selama 16 hari yang dimulai tanggal 1 Januari 2022 hingga 16 Januari 2022.

Data per 16 Januari 2022 yang dikutip dari laman resmi DJP yakni pajak.go.id/pps menunjukkan, nilai pengungkapan harta sudah mencapai Rp. 2.765,37 Triliun. Total Harta Tax Amnesty Jilid II tersebut diungkap oleh 4551 Wajib Pajak dengan terkumpulnya Surat Keterangan sebanyak 4899 Surat Keterangan.

Informasi lebih rincinya, deklarasi harta dalam negeri dan repatriasi oleh wajib pajak mencapai Rp. 2.140,74 Triliun atau sebesar 77,4% dari total nilai harta bersih. Sedangkan deklarasi dari luar negeri sebesar 23,6% dari total nilai harta bersih dari para peserta PPS.

Sementara itu, jumlah harta yang diinvestasikan para wajib pajak peserta PPS ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp. 183 Miliar atau sebesar 6,6% dari total harta bersih. Kemudian, untuk jumlah Pajak Penghasilan (PPh) yang berhasil dikumpulkan sebesar 11,5% dari total nilai harta bersih atau mencapai Rp. 318,61 Miliar.

Adapun pelaporan Program Pengungkapan Sukarela yang dapat dilakukan secara online melalui akun wajib pajak di situs djponline.pajak.go.id dalam jangka waktu 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu dengan standar Waktu Indonesia Barat (WIB).

Pelaksanaan Program Pengungkapan Sukarela masih akan berlanjut sampai tanggal 30 Juni 2022. Bagi wajib pajak yang ingin mengungkap hartanya namun masih bingung dan tidak memiliki cukup waktu, anda dapat menggunakan jasa dari Gouf Consulting.

Baca juga Yuk : Cara Lapor SPT Tahunan 2022 melalui DJP Online, LENGKAP !