Nilai Tukar Rupiah Melemah terhadap Dolar

Nilai Tukar Rupiah Melemah terhadap Dolar, Ternyata Dinar Kuwait Lebih Mahal

Nilai tukar rupiah kembali menjadi perhatian setelah dolar AS menembus level Rp18 ribu. Berdasarkan data JISDOR Bank Indonesia pada 28 Juli 2026, kurs dolar tercatat mencapai Rp18.088 per USD, menandai pelemahan rupiah terhadap mata uang Amerika Serikat.

Kenaikan kurs tersebut langsung memicu pertanyaan publik: apakah dolar AS kini menjadi mata uang paling mahal di dunia? Banyak orang mengira jawabannya iya karena dolar digunakan hampir di seluruh dunia. Namun jika dilihat dari nilai per satu unit mata uang, dolar ternyata masih kalah jauh dari beberapa mata uang Timur Tengah, terutama Dinar Kuwait.

Dolar, Euro, dan Pound Ternyata Masih Kalah

Dengan kurs sekitar Rp18.088 per dolar, perbandingan kasarnya adalah:

  • 1 USD ≈ Rp18.088
  • 1 Euro ≈ Rp21 ribu
  • 1 Pound sterling ≈ Rp24 ribu
  • 1 Rial Oman ≈ Rp47 ribu
  • 1 Dinar Bahrain ≈ Rp47–48 ribu
  • 1 Dinar Kuwait ≈ Rp58–59 ribu

Angka tersebut menunjukkan bahwa euro dan pound sterling memang lebih mahal daripada dolar, tetapi keduanya masih tertinggal jauh dari mata uang Timur Tengah. Bahkan 1 Dinar Kuwait bernilai lebih dari tiga kali lipat 1 dolar AS.

Baca juga : Resmi! Tak Bisa Lagi Sembarangan Jadi Kuasa Wajib Pajak

Mengapa Mata Uang Timur Tengah Bisa Sangat Mahal?

Perbedaan nilai ini bukan kebetulan. Ada beberapa faktor ekonomi yang membuat Dinar Kuwait, Dinar Bahrain, dan Rial Oman memiliki nilai nominal sangat tinggi.

1. Pendapatan minyak yang besar

Kuwait, Bahrain, dan Oman memperoleh pemasukan besar dari sektor minyak dan gas. Surplus devisa dari ekspor energi membuat cadangan valuta asing mereka kuat sehingga tekanan terhadap mata uang relatif lebih kecil.

2. Jumlah uang beredar relatif kecil

Populasi negara-negara tersebut jauh lebih sedikit dibanding negara besar seperti Amerika Serikat atau kawasan euro. Dengan uang beredar yang lebih terbatas, nilai per unit mata uang cenderung lebih tinggi.

3. Kebijakan moneter yang ketat

Bank sentral di negara-negara Teluk umumnya menjaga stabilitas mata uang secara ketat dan mengelola kurs agar tetap kuat terhadap mata uang internasional. Stabilitas ini meningkatkan kepercayaan investor dan pelaku pasar.

4. Pendapatan per kapita yang tinggi

Kuwait termasuk negara dengan pendapatan per kapita tinggi. Kondisi ekonomi domestik yang kuat membantu mempertahankan daya beli mata uangnya.

Dinar Kuwait Masih Nomor Satu di Dunia

Di antara mata uang Timur Tengah tersebut, Dinar Kuwait tetap berada di posisi teratas. Nilainya sekitar Rp58–59 ribu per unit berdasarkan kurs akhir Juli 2026. Artinya, uang kertas 10 Dinar Kuwait nilainya mendekati Rp580 ribu.

Banyak masyarakat baru menyadari fakta ini ketika membandingkan langsung dengan dolar. Selama ini dolar dianggap paling mahal karena paling dominan dalam perdagangan internasional, padahal dominasi penggunaan tidak selalu berarti nilai nominal tertinggi.

Dampak Pelemahan Nilai Tukar Rupiah bagi Masyarakat

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar tetap memiliki dampak nyata bagi masyarakat Indonesia. Harga barang impor berpotensi naik, biaya perjalanan ke luar negeri menjadi lebih mahal, dan pembayaran utang dalam dolar memerlukan rupiah lebih banyak.

Sebaliknya, eksportir yang menerima pembayaran dalam dolar dapat memperoleh pendapatan rupiah lebih besar. Karena itu, pelemahan rupiah tidak selalu berdampak negatif bagi semua sektor.

Fakta yang Paling Mengejutkan

Fakta yang paling sering mengejutkan pembaca bukanlah dolar yang menembus Rp18 ribu, melainkan bahwa setelah dibandingkan dengan mata uang lain, dolar ternyata masih berada jauh di bawah Dinar Kuwait. Bahkan euro dan pound sterling yang selama ini dikenal sebagai mata uang kuat pun masih kalah dari Dinar Kuwait, Dinar Bahrain, dan Rial Oman.

Dengan demikian, pelemahan nilai tukar rupiah hingga Rp18.088 per dolar memang menunjukkan tekanan terhadap rupiah, tetapi bukan berarti dolar otomatis menjadi mata uang paling mahal di dunia. Hingga akhir Juli 2026, gelar tersebut masih dipegang oleh Dinar Kuwait, disusul Dinar Bahrain dan Rial Oman, yang nilainya jauh lebih tinggi dibanding dolar, euro, maupun pound sterling.

Posted in News.