Omzet Usaha Ramai, tetapi Tidak Tahu Keuntungan Sebenarnya? Inilah Pentingnya Pembukuan
Memiliki usaha yang ramai pembeli tentu menjadi hal yang menyenangkan. Setiap hari ada transaksi penjualan, pelanggan terus berdatangan, dan omzet terlihat meningkat. Namun, pernahkah Anda mengalami kondisi ketika uang hasil penjualan terlihat banyak, tetapi saat akhir bulan justru tidak mengetahui ke mana uang tersebut digunakan?
Kondisi ini cukup sering terjadi pada pelaku UMKM. Banyak pemilik usaha fokus melayani pelanggan dan meningkatkan penjualan, tetapi belum memiliki pencatatan keuangan yang teratur. Akibatnya, pemilik usaha kesulitan mengetahui jumlah keuntungan sebenarnya, total pengeluaran, hingga kondisi keuangan bisnisnya.
Padahal, mengetahui omzet saja belum cukup untuk memastikan usaha berjalan dengan baik. Anda juga perlu mengetahui berapa biaya yang dikeluarkan dan berapa keuntungan yang benar-benar diperoleh. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan melakukan pembukuan usaha secara rutin.
Mengapa Omzet Besar Belum Tentu Berarti Usaha Untung?
Omzet merupakan total pendapatan yang diperoleh dari penjualan sebelum dikurangi biaya-biaya usaha. Sementara itu, keuntungan merupakan hasil yang tersisa setelah pendapatan dikurangi berbagai biaya yang berkaitan dengan kegiatan usaha.
Sebagai contoh, sebuah kafe memiliki omzet sebesar Rp30 juta dalam satu bulan. Namun, pemilik usaha juga harus membayar berbagai pengeluaran berikut:
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| Omzet penjualan | Rp30.000.000 |
| Pembelian bahan baku | Rp10.000.000 |
| Gaji karyawan | Rp6.000.000 |
| Sewa tempat | Rp3.000.000 |
| Listrik dan air | Rp1.000.000 |
| Biaya operasional lainnya | Rp2.000.000 |
| Sisa sebelum biaya lain dan pajak | Rp8.000.000 |
Dari contoh tersebut, omzet sebesar Rp30 juta tidak berarti pemilik usaha memperoleh keuntungan Rp30 juta. Masih ada biaya yang harus diperhitungkan untuk mengetahui hasil usaha sebenarnya. Dengan pembukuan yang teratur, pemilik usaha dapat melihat kondisi tersebut secara lebih jelas.
5 Tanda Keuangan Usaha Anda Perlu Dikelola dengan Lebih Baik
Jika mengalami beberapa kondisi berikut, mungkin sudah saatnya Anda mulai memperbaiki pencatatan keuangan usaha.
1. Tidak Mengetahui Keuntungan Setiap Bulan
Anda mengetahui jumlah penjualan, tetapi tidak dapat memastikan berapa keuntungan yang diperoleh setelah seluruh biaya dikurangi.
2. Uang Pribadi dan Uang Usaha Tercampur
Pengeluaran rumah tangga, kebutuhan pribadi, dan biaya operasional usaha menggunakan uang yang sama. Kondisi ini membuat pemilik usaha kesulitan mengetahui berapa dana yang sebenarnya dimiliki bisnis.
3. Tidak Memiliki Catatan Pengeluaran
Pembelian bahan baku, pembayaran listrik, gaji karyawan, biaya pengiriman, dan pengeluaran lainnya tidak dicatat secara konsisten.
4. Kesulitan Mengetahui Tagihan Pelanggan dan Utang kepada Supplier
Jika transaksi penjualan dan pembelian tidak terdokumentasi dengan baik, Anda dapat kesulitan memantau piutang pelanggan maupun kewajiban kepada pemasok.
5. Bingung Ketika Membutuhkan Data Keuangan
Ketika ingin mengajukan pinjaman usaha, mencari investor, melakukan evaluasi bisnis, atau memenuhi kebutuhan administrasi, Anda kesulitan menyiapkan informasi keuangan. Masalah tersebut dapat dikurangi dengan sistem pembukuan yang lebih teratur.
Apa Saja yang Perlu Dicatat dalam Pembukuan UMKM?
Pembukuan tidak harus langsung menggunakan sistem yang rumit. Pemilik usaha dapat memulainya dengan mencatat transaksi utama secara konsisten.
Beberapa informasi yang sebaiknya dicatat meliputi:
1. Pemasukan usaha
Catat seluruh uang yang diterima dari penjualan produk atau jasa, termasuk tanggal dan keterangan transaksi.
2. Pengeluaran usaha
Catat pembelian bahan baku, pembayaran gaji, sewa, listrik, transportasi, dan biaya operasional lainnya.
3. Utang dan piutang
Catat kewajiban yang harus dibayar kepada supplier serta tagihan yang belum dibayar oleh pelanggan.
4. Persediaan barang
Untuk usaha dagang atau restoran, pencatatan persediaan membantu mengetahui jumlah barang yang tersedia dan barang yang telah digunakan atau terjual.
5. Aset dan perlengkapan usaha
Catat aset yang digunakan untuk kegiatan bisnis, seperti kendaraan, peralatan, mesin, dan perlengkapan lainnya.
Data tersebut dapat digunakan untuk membantu menyusun laporan keuangan sederhana dan mengevaluasi perkembangan usaha.
Apakah Usaha UMKM Perlu Menggunakan Jasa Pembukuan Profesional?
Tidak semua pemilik usaha memiliki waktu atau kemampuan untuk mengelola seluruh pencatatan keuangan sendiri. Ketika transaksi mulai meningkat, pembukuan dapat menjadi pekerjaan yang cukup menyita waktu. Dalam kondisi tersebut, menggunakan jasa pembukuan profesional dapat menjadi salah satu alternatif.
Dengan dukungan tenaga accounting, pemilik usaha dapat memperoleh bantuan untuk:
- Mencatat transaksi pemasukan dan pengeluaran.
- Mengelompokkan transaksi berdasarkan jenisnya.
- Membantu memantau utang dan piutang.
- Melakukan pencatatan transaksi bank.
- Menyusun laporan laba rugi.
- Menyusun laporan posisi keuangan sesuai kebutuhan dan ruang lingkup layanan.
Dengan pencatatan yang lebih teratur, pemilik usaha dapat lebih mudah mengetahui perkembangan bisnis tanpa harus mengerjakan seluruh administrasi keuangan sendiri.
Berapa Biaya Jasa Pembukuan untuk UMKM?
Biaya jasa pembukuan dapat berbeda antara satu usaha dengan usaha lainnya.
Besarnya biaya biasanya dipengaruhi oleh:
- Jumlah transaksi setiap bulan.
- Jenis usaha yang dijalankan.
- Jumlah rekening bank.
- Kelengkapan dokumen transaksi.
- Jenis laporan yang dibutuhkan.
- Frekuensi penyusunan laporan.
Usaha dengan transaksi sederhana tentu memiliki kebutuhan berbeda dibandingkan restoran, toko dengan beberapa cabang, atau perusahaan jasa. Karena itu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kebutuhan pembukuan usaha Anda agar ruang lingkup pekerjaan dan penawaran biaya dapat disesuaikan.
Kelola Keuangan Usaha Lebih Teratur Bersama Gouf Consulting
Mengembangkan usaha bukan hanya tentang meningkatkan penjualan. Pemilik bisnis juga perlu mengetahui bagaimana uang masuk, ke mana uang digunakan, dan berapa keuntungan yang diperoleh. Gouf Consulting menyediakan layanan accounting yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengelolaan keuangan bisnis.
Layanan dapat mencakup pencatatan transaksi, pengelolaan administrasi accounting, rekonsiliasi, hingga penyusunan laporan keuangan berdasarkan ruang lingkup kerja sama. Layanan ini dapat menjadi pilihan bagi pemilik UMKM yang ingin memiliki pencatatan keuangan lebih teratur tanpa harus membangun tim accounting internal sendiri.
Usaha Anda sudah berjalan, tetapi pencatatan keuangannya belum teratur? Konsultasikan kebutuhan pembukuan usaha Anda bersama Gouf Consulting. Kami menyediakan jasa accounting dan outsourcing accounting untuk membantu Anda.
FAQ Seputar Jasa Pembukuan UMKM
1. Apakah usaha kecil perlu melakukan pembukuan?
Ya. Pembukuan membantu pemilik usaha mengetahui pemasukan, pengeluaran, utang, piutang, dan perkembangan bisnis.
2. Apakah pembukuan UMKM harus menggunakan software accounting?
Tidak harus. Usaha kecil dapat memulai pencatatan menggunakan Excel atau spreadsheet. Penggunaan software dapat dipertimbangkan ketika transaksi dan kebutuhan pelaporan semakin kompleks.
3. Apakah jasa pembukuan bisa digunakan oleh usaha yang belum memiliki karyawan accounting?
Bisa. Perusahaan dapat menggunakan jasa accounting dari pihak eksternal sesuai kebutuhan dan ruang lingkup pekerjaan yang disepakati.
4. Apakah jasa pembukuan dapat membantu membuat laporan laba rugi?
Bisa, sepanjang penyusunan laporan laba rugi termasuk dalam ruang lingkup layanan dan dokumen transaksi yang diperlukan tersedia.
5. Bagaimana cara mendapatkan penawaran jasa pembukuan UMKM?
Pemilik usaha dapat menghubungi Gouf Consulting dan menyampaikan jenis usaha, perkiraan jumlah transaksi, serta kebutuhan laporan keuangan yang diinginkan.



