Masih banyak pelaku usaha yang bertanya apakah gaji owner perusahaan diperbolehkan secara hukum dan perpajakan. Pertanyaan ini muncul karena tidak sedikit pemilik usaha yang juga aktif menjalankan operasional perusahaan, misalnya sebagai direktur atau pengurus. Lalu, apakah kondisi tersebut membuat owner berhak menerima gaji?
Jawabannya tidak selalu sama. Perlakuan terhadap owner perusahaan menerima gaji bergantung pada peran yang dijalankan dalam perusahaan, bukan semata-mata karena statusnya sebagai pemegang saham.
Owner Perusahaan Tidak Selalu Berarti Karyawan
Dalam praktiknya, owner perusahaan dapat memiliki lebih dari satu peran. Ada yang hanya bertindak sebagai pemegang saham, tetapi ada juga yang merangkap sebagai direktur atau pengurus yang aktif mengelola kegiatan operasional perusahaan.
Apabila owner memang menjalankan pekerjaan atau memiliki jabatan yang disertai tanggung jawab dalam perusahaan, pemberian gaji pada prinsipnya dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Sebaliknya, jika hanya berstatus sebagai pemegang saham pasif, perlakuannya tentu berbeda.
Baca juga : Perusahaan Rugi Tetap Bayar Pajak? Ini Penjelasannya
Bagaimana Aturan Pajaknya?
Apabila gaji owner perusahaan diberikan kepada owner yang juga menjalankan fungsi sebagai direktur atau pegawai, penghasilan tersebut pada umumnya merupakan objek Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21. Artinya, perusahaan perlu memenuhi kewajiban perpajakan sebagaimana pemberian gaji kepada karyawan pada umumnya.
Selain itu, pemberian gaji juga harus didukung dengan dasar yang jelas, seperti adanya jabatan, tugas, tanggung jawab, serta pencatatan yang sesuai dalam pembukuan perusahaan.
Jangan Samakan Gaji dengan Dividen
Masih banyak yang menganggap gaji dan dividen merupakan hal yang sama karena sama-sama diterima oleh pemilik perusahaan. Padahal, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda.
Gaji merupakan imbalan atas pekerjaan atau jasa yang diberikan kepada perusahaan. Sedangkan dividen merupakan pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan kepemilikan saham. Oleh karena itu, dasar pemberian maupun perlakuan perpajakannya tidak dapat disamakan.
Pemberian Gaji kepada Owner Tidak Boleh Sembarangan
Sebelum memutuskan owner perusahaan menerima gaji, perusahaan perlu memastikan bahwa pemberian tersebut memiliki dasar yang jelas dan didukung oleh administrasi yang memadai. Penetapan gaji yang sesuai dengan peran dan tanggung jawab owner juga penting agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.
Setiap perusahaan dapat memiliki kondisi yang berbeda. Oleh sebab itu, memahami ketentuan perpajakan sejak awal menjadi langkah penting agar pemberian gaji kepada owner dilakukan secara tepat dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Apabila masih ragu mengenai perlakuan gaji owner perusahaan atau ingin memastikan skema yang paling sesuai bagi bisnis Anda. Berkonsultasi dengan konsultan pajak dapat membantu perusahaan mengambil keputusan yang tepat sekaligus meminimalkan risiko perpajakan.



